Tampilkan postingan dengan label Profil Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Desa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Januari 2014

Geomorfologi dan Kondisi Tanah



Desa Yosorejo berada di wilayah dataran rendah (Pesisir Laut Jawa) dengan ketingian 10 m diatas permukaan laut (dpl). Sebagian besar pertanahan pada Desa Yosorejo dimanfaatkan untuk bercocok tanan, kondisi tanah subur dapat ditanami berbagai macam komoditas pertanian seperti padi, jagung, ketela pohong, sayuran, dan buah-buahan.

Geografi dan administrasi



Desa Yosorejo Kabupaten Batang terletak pada 06° 55.926” Lintang Selatan dan 110° 01.849”Bujur Timur. Secara administrasi wilayah Desa Yosorejo terdiri dari 21 RT dan 4 RW, yang meliputi 4 Dukuh (Dusun) terdiri dari: Dusun Mundu, Dusun Yosorejo, Dusun Morosari, dan Dusun Lutungmati. Luas wilayah Desa Yosorejo adalah 381,381 ha, yang terdiri dari tanah darat, tanah sawah, dan tanah Tambak. Perbatasan Desa Yosorejo adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara           : Laut Jawa
Sebelah Selatan        : Desa Krengseng, Desa Kebondalem
Sebelah Timur          : Kali Kuto
Sebelah Barat           : Desa Krengseng, Desa Sidorejo



Berdasarkan letak geografis wilayah, Desa Yosorejo berada di sebelah Utara ibu kota Batang dengan jarak tempuh 50 Km, sedangkan ke kecamatan Gringsing 5 Km.

Struktur Pemerintahan



Pemerintahan Desa Yosorejo terdiri dari Kades, Sekdes dan Perangkat Desa, BPD, dan LPMD.
Gambar : Sturktur Pemerintahan Desa Yosorejo

Gambaran Umum


Desa Yosorejo merupakan salah satu desa pesisir di Kabupaten Batang yang terletak sekitar 50 km dari pusat kota. Desa yang berkembang karena kegiatan pemanfaatan sumberdaya alam, yaitu pengembangan budidaya tambak, dan usaha pertanian sawah. Desa Yosorejo mempunyai luas sekitar 381,381 hektar, yang terdiri dari tanah darat (pemukiman warga, perkantoran, dan prasarana umum), tanah sawah, dan tanah Tambak. Sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani, buruh, dan pedagang. Di Desa Yosorejo bukan merupakan kawasan industri, jadi masyarakatnya menggantungkan penuh di sektor pertanian maupun perkebunan.